Wednesday, 23 September 2015

Tentang Mencari Kerja (Part I)

Photo was taken from Google. It's not mine.


Sejatinya saya ingin nulis hal ini sejak tahun lalu, sejak berhasil keterima dalam program pengembangan staf salah satu BUMN. I want to give some tips and tricks on nailing a job selection, but I need to get laid with one first, no?

Temen-temen yang baru lulus kuliah, pasti ngerasa seneng karena berhasil ngelewatin satu fase kehidupan. Sayangnya, rasa senang itu paling cuma bertahan beberapa hari, sebelum akhirnya ngerasa anxious karena harus masuk ke fase kehidupan selanjutnya: MENCARI NAFKAH!!

Postingan saya kali ini terbatas bagi para pencari kerja, lulusan universitas. Lalu, hal-hal apakah yang telah saya alami selama 7 bulan masa menganggur?

Setelah memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak kerja dengan suatu perusahaan, saya memutuskan untuk leyeh-leyeh di rumah sampai hari wisuda. Nggak mikirin apa-apa tentang masa depan, and decided to enjoy the moment. Setelah wisuda, baru kalang kabut dalam hati. Membenarkan segala excuse untuk menunda mencari pekerjaan karena hal itu ternyata cukup menakutkan ketika dihadapi sendirian. Waktu itu, excuse saya adalah, "Karena orang tua nyuruhnya nyari kerja setelah lebaran aja." which is in July. Awalnya sih nikmatin banget masa-masa bebas, eh begitu kerasa nggak punya duit, baru deh panik.

Satu hal yang saya sadari penting dilakukan sebelum memutuskan untuk pergi ke Job Fair adalah: Tentukan Bidang Pekerjaan Yang Kamu Inginkan. Ingat, alasan kita memilih jurusan semasa kuliah? Supaya gampang dapet kerjaan? Karena passion? Lama-kelamaan semuanya akan terasa utopis. Bullshit. Nah, sekarang, get on your own feet and decide what kind of job you want to have, so you won't whine over it forever. Hal ini penting sekali dilakukan supaya kita nggak sembarangan dalam nyebar-nyebar CV di setiap booth yang ada di Job Fair yang kita datangi.

Selanjutnya, jangan lupa untuk Mengecek Tingkat Bonafiditas Perusahaan. Apakah kamu merasa cukup bekerja sebagai karyawan biasa dalam sebuah perusahaan? Atau mau ikut program Management Trainee di perusahaan BUMN? Jangan asal sebar CV ya! Sebelum pergi ke Job Fair, pastikan kamu tahu perusahaan-perusahaan mana saja yang akan kamu lamar, dan cek kebenarannya melalui internet atau sumber lainnya. Ada lho, perusahaan-perusahaan yang pasang booth di Job Fair, tetapi ternyata perusahaan itu sebenernya nggak ada! Kamu dipanggil untuk ikut psikotes atau wawancara, padahal sebenarnya kamu akan digaet sebagai downline. Ya gitu deh, MLM. Saya pernah nyaris 'kena' dua kali. Untungnya, saya tiba-tiba merasa malas datang ke wawancaranya. Setelah saya cek di internet, ternyata perusahaannya nggak ada, dan Google popular search saya menunjukkan kalau perusahaan tersebut penipu. Modus-modusnya juga dijelaskan, kok.

Setelah yakin mau daftar di perusahaan mana dan posisi apa, pastikan kamu tahu Berapa Banyak Surat Lamaran Yang Akan Kamu Sebar. Setiap surat lamaran seharusnya unik (saya akan buat postingan tersendiri tentang ini) dan menunjukkan ketertarikan kamu terhadap perusahaan maupun posisi yang ingin kamu lamar. Nantinya, jika kamu cuma pengen nyebar 7 lamaran, ya sudah, 7 saja, nggak usah bikin 15. Jangan gampang berubah pendirian dan jadi ingin daftar di sembarang perusahaan, nanti kamu sendiri yang repot.

Biasanya tiap perusahaan punya standar berkas yang berbeda-beda. Sebaiknya kita sudah tahu dokumen-dokumen apa saja yang diminta oleh employer. Pastikan bahwa kamu melengkapi semuanya, ya!

Ketika sudah sampai di lokasi Job Fair, pastikan kamu Mengetahui Timeline Seleksi Penerimaan Perusahaan secara lengkap. Tanya aja ke penjaga booth-nya, kapan hasil seleksi administrasinya akan diumumkan, tahapan-tahapan seleksi apa saja yang harus kalian lalui, berapa lama proses seleksinya akan berjalan, dan jika bisa, minta nomor kontak seseorang yang nanti bisa kalian tanyai mengenai masalah rekrutmen tersebut. Jangan sampai lost contact, karena akan merugikan diri sendiri.

Begitu informasi sudah didapat, tanggal-tanggal sudah dicatat, bisa pulang! Atau nongkrong-nongkrong gegayaan dulu, hahahaha. The last but not least, coba didokumentasikan tuh segala-gala yang udah dilakuin, perusahaan mana aja yang udah disisipin lamaran kerja, tanggal berapa harus follow up, tanggal berapa pengumuman, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan job seeking. 

Kayaknya segitu dulu untuk Part I ini. Insyaallah dilanjutkan dengan Part II ya, dalam beberapa hari ke depan. Semoga pencarian kerjanya berhasil. Good luck!


Salam,


Suvi Tan Antara



No comments:

Post a comment